7 AMALAN DI BULAN RAMADHAN

Bulan Rhamadan ini hendaknya kita mempersiapakan diri kita untuk lebih bertaqwa. Untuk menambah keimanan kita. Namun, selain berpuasa wajib di bulan Rhamadan, hendaknya anda pun mengetahui 7 amalan rhamadan lain yang bias menambah pahala di bulan suci itu. Amin,

1. Membaca Al-Quran.
Bulan Ramadhan adalah bulan Alquran sesuai dengan sunnah Nabi Saw. Ibnu Abbas RA berkata :”Nabi (Muhammad Saw) adalah orang yang paling dermawan diantara manusia. Kedermawanannya meningkat saat malaikat Jibril menemuinya setiap malam hingga berakhirnya bulan Ramadhan, lalu Nabi membacakan Alquran dihadapan Jibril. Pada saat itu kedermawanan Nabi melebihi angin yang berhembus.”

Hadist tersebut menganjurkan kepada setiap muslim agar bertadarus Alquran, dan mengadakan ijtima’/berkumpul dalam majlis Alquran dalam bulan Ramadhan.

2. Menahan hawa nafsu dan kesenangan duniawi.
Yaitu dengan mengurangi makan ketika berbuka serta tidak berlebih-lebihan. Dalam sebuah hadist dikatakan “Tidak ada perkara yang lebih buruk dari pada memenuhi isi perut dengan makanan secara berlebihan”, Ruh puasa terletak pada memperlemah syahwat, mengurangi keinginan dan mengekang nafsu.

Dari Sahal bin Sa’ad ra Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya di surga ada salah satu pintu yang dinamakan Rayyan; masuk dari pintu tersebut ahli puasa di hari kiamat, tidak ada yang masuk dari pintu itu selain ahli puasa, lalu diserukan “Manakah para ahli puasa?’, maka berdirilah para ahli puasa dan tak ada seorangpun yang masuk dari pintu itu kecuali mereka yang tergolong para ahli puasa, dan apabila mereka sudah masuk, maka pintu sorga tersebut segera tertutup, dan tak ada satupun yang diperbolehkan masuk setelah mereka .” (Bukhari Muslim).

3. Qiyamullail (Tahajjud).
Solat Tarawih hukumnya sunat menurut kesepakatan para ulama juga disunatkan untuk mengkhatamkan Alquran selama solat Tarawih. Hadits-hadits yang menerangkan tentang Qiyamullail adalah : Sabda Rasulullah Saw : “Barang siapa menghidupan malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan mendapatkan ridho Allah Swt semata, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau.

4. Berlomba-lomba dalam bersedekah.
Hendaknya berusaha untuk selalu memberikan ifthar (berbuka) bagi mereka yang berpuasa walaupun hanya seteguk air ataupun sebutir korma sebagaimana sabda Rasulullah yang berbunyi : “Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka) orang orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun.” (Bukhari Muslim)

5. I’tikaf di Sepuluh hari Terakhir Bulan Ramadhan.
I’tikaf di sepuluh terakhir bulan Ramadhan merupakan penyempurna ibadah puasa. Ini karena I’tikaf artinya mengkonsentrasikan diri menghadap Allah, mendekatkan diri kepada-Nya dan menyibukkan diri dengan beribadah kepada-Nya. Hingga kecintaannya semata hanya kepada Allah, mengalahkan kecintaannya kepada selain Allah. Inilah tujuan I’tikaf di hari-hari terakhir bulan Ramadhan, hari yang paling utama selama bulan tersebut. Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan merupakan keutamaan yang dipilih oleh Allah Swt.

6. Menjauhi Larangan Agama.
Hal yang perlu diperhatikan oleh seorang mukmin adalah menjaga lisan dari mengguncing dalam keadaan berpuasa sebagaimana :”Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan ghibah maka tiada artinya di sisi Allah baginya berpuasa dari makan dan minum” (HR: Bukhari)
Sumber:http://mahamaia.wordpress.com

Amalan Sunnah Menuju Surga : Shadaqah Sunah

Hal ini berdasarkan hadits mutafaq ‘alaih dari Abi Hurairah, ia berkata, sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda:

«مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ وَلاَ يَقْبَلُ اللهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ وَإِنَّ اللهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهِ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الْجَبَلِ»

“Barang siapa bershadaqah senilai satu kurma dari usaha yang baik (halal) –Allah tidak menerima kecuali yang baik– maka Allah akan menerima shadaqahnya itu dengan tangan kanannya, kemudian mengembangkannya untuk orang yang bershadaqah sebagaimana salah seorang dari kalian mengembangbiakan anak kambingnya hingga menjadi seperti gunung.”

Juga berdasarkan hadits mutafaq ‘alaih dari Adiy bin Hatim, ia berkata, aku mendangar Rasulullah saw bersabda :

«مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ سَيُكَلِّمُهُ اللهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ تُرْجُمَانٌ فَيَنْظُرُ أَيْمَنَ مِنْهُ فَلاَ يَرَى إِلاَّ مَا قَدَّمَ وَيَنْظُرُ أَشْأَمَ مِنْهُ فَلاَ يَرَى إِلاَّ مَا قَدَّمَ وَيَنْظُرُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلاَ يَرَى إِلاَّ النَّارَ تِلْقَاءَ وَجْهِهِ فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ»
“Tidaklah salah seorang di antara kalian kecuali akan diajak bicara Allah dengan tanpa penerjemah. Kemudian ia melihat ke sebelah kanannya, maka ia tidak melihat kecuali apa yang telah ia lakukan di dunia. Ia pun melihat ke sebelah kirinya, maka ia tidak melihat kecuali apa yang telah ia lakukan di dunia. Dan ia melihat ke depannya, maka ia tidak melihat kecuali neraka di depan wajahnya. Karena itu jagalah diri kalian dari neraka meski dengan sebutir kurma.”

Juga berdasarkan hadits dengan isnad yang shahih dari Jabir dan Abi Ya’la yang dishahihkan oleh Hakim dan disetujui Adz-Dzahabi, sesungguhnya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda kepada Kaab bin Ajrah:

«يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ الصَّلاَةُ قُرْبَانٌ وَالصَّوْمُ جُنَّةٌ وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ»

“Wahai Kaab bin Ajrah, shalat adalah pendekatan kepada Allah, puasa adalah perisai, dan shadaqah akan menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api….”

Sebaik-baiknya shadaqah adalah shadaqah yang tersembunyai, berdasarkan hadits mutafaq ‘alaih dari Abi Hurairah tentang tujuh golongan yang akan dinaungi oleh naungan Allah. Rasul saw. menyebutkan di antara mereka adalah

«وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ»

“Seseorang yang bershadaqah kemudian ia menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah diinfakkan oleh tangan kanan.”

Begitu juga shadaqah kepada kerabat termasuk shadaqah yang utama berdasarkan hadits mutafaq ‘alaih dari Zainab ats-Tsaqafiyyah, ia berkata, Rasul saw. bersabda:

«لَهُمَا أَجْرَانِ أَجْرُ الْقَرَابَةِ وَأَجْرُ الصَّدَقَةِ»

“Kedua orang itu (orang yang bersedekah kepada kerabat) akan mendapatkan dua pahala yaitu pahala kekerabatan dan pahala shadaqah.”

(Dari buku : Pilar-pilar Pengokoh Nafsiyah aIslamiyah , Hizbut Tahrir )
Sumber:http://hizbut-tahrir.or.id/

Metode-metode baca tulis Al-Qur’an di Indonesia

Metode-metode pembelajaran baca tulis Al-Qur’an telah banyak berkembang di Indonesiasejak lama.
Tiap-tiap metode dikembangkan berdasarkan karakteristiknya.
Metode-metode tersebut yaitu

1. Metode Baghdadiyah.
Metode ini disebut juga dengan metode “ Eja “, berasal dari Baghdad masa pemerintahan khalifah Bani Abbasiyah. Tidak tahu dengan pasti siapa penyusunnya. Dan telah seabad lebih berkembang secara merata di tanah air. Secara dikdatik, materi-materinya diurutkan dari yang kongkrit ke abstrak, dari yangmudah ke yang sukar, dan dari yang umum sifatnya kepada materi yang terinci ( khusus ). Secara garis besar, Qoidah Baghdadiyah memerlukan 17 langkah. 30 huruf hijaiyyah selalu ditampilkansecara utuh dalam tiap langkah. Seolah-olah sejumlah tersebut menjadi tema central dengan berbagai variasi. Variasi dari tiap langkah menimbulkan rasa estetika bagi siswa (enak didengar ) karena bunyinya bersajak berirama. Indah dilihat karena penulisan huruf yang sama. Metode inidiajarkan secara klasikal maupun privat.

Beberapa kelebihan Qoidah Baghdadiyah antara lain :
a. Bahan/materi pelajaran disusun secara sekuensif.
b. 30 huruf abjad hampir selalu ditampilkan pada setiap langkah secara utuh sebagai tema sentral.
c. Pola bunyi dan susunan huruf (wazan) disusun secara rapi.
d. Ketrampilan mengeja yang dikembangkan merupakan daya tarik tersendiri.
e. Materi tajwid secara mendasar terintegrasi dalam setiap langkah.

Beberapa kekurangan Qoidah baghdadiyah antara lain :
a. Qoidah Baghdadiyah yang asli sulit diketahui, karena sudah mengalami beberapa modifikasi kecil.
b. Penyajian materi terkesan menjemukan.
c. Penampilan beberapa huruf yang mirip dapat menyulitkan pengalaman siswa.
d. Memerlukan waktu lama untuk mampu membaca Al-Qur’an

2. Metode Iqro’.
Metode Iqro’ disusun oleh Bapak As’ad Humam dari Kotagede Yogyakarta dandikembangkan oleh AMM ( Angkatan Muda Masjid dan Musholla ) Yogyakarta denganmembuka TK Al-Qur’an dan TP Al-Qur’an. Metode Iqro’ semakin berkembang dan menyebarmerata di Indonesia setelah munas DPP BKPMI di Surabaya yang menjadikan TK Al-Qur’an danmetode Iqro’ sebagai sebagai program utama perjuangannya.Metode Iqro’ terdiri dari 6 jilid dengan variasi warna cover yang memikat perhatian anak TK Al-Qur’an.
10 sifat buku Iqro’ adalah :
a. Bacaan langsung.
b. CBSA
c. Privat
d. Modul
e. Asistensi

Bentuk-bentuk pengajaran dengan metode Iqro’ antara lain :
a. TK Al-Qur’an
b. TP Al-Qur’an
c. Digunakan pada pengajian anak-anak di masjid/musholla
d. Menjadi materi dalam kursus baca tulis Al-Qur’an
e. Menjadi program ekstra kurikuler sekolah
f. Digunakan di majelis-majelis taklim

3. Metode Qiro’ati
Metode baca al-Qu ran Qira’ati ditemukan KH. Dachlan Salim Zarkasyi (w. 2001 M) dari
Semarang, Jawa Tengah. Metode yang disebarkan sejak awal 1970-an, ini memungkinkan anakanakmempelajari al-Qur’an secara cepat dan mudah. Kiai Dachlan yang mulai mengajar al-Qur’an pada 1963, merasa metode baca al-Qur’an yang ada belum memadai. Misalnya metode Qa’idah Baghdadiyah dari Baghdad Irak, yang dianggap metode tertua, terlalu mengandalkan hafalan dan tidak mengenalkan cara baca tartil(jelas dan tepat, red.) KH. Dachlan kemudian menerbitkan enam jilid buku Pelajaran Membaca al-Qur’an untuk TK al-Qur’an untuk anak usia 4-6 tahun pada l Juli 1986. Usai merampungkan penyusunannya, KH. Dachlan berwasiat, supaya tidak sembarang orang mengajarkan metode Qira’ati. Tapi semua orang boleh diajar dengan metode Qira’ati. Dalam perkembangannya, sasaran metode Qiraati kian diperluas. Kini ada Qiraati untuk anak usia 4-6 tahun, untuk 6-12 tahun, dan untuk mahasiswa.

Secara umum metode pengajaran Qiro’ati adalah :
a. Klasikal dan privat
b. Guru menjelaskan dengan memberi contoh materi pokok bahasan, selanjutnya siswa membaca sendiri ( CBSA)
c. Siswa membaca tanpa mengeja.
d. Sejak awal belajar, siswa ditekankan untuk membaca dengan tepat dan cepat.

4. Metode Al Barqy
Metode al-Barqy dapat dinilai sebagai metode cepat membaca al-Qur’an yang palingawal. Metode ini ditemukan dosen Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya, Muhadjir Sulthon pada 1965. Awalnya, al-Barqy diperuntukkan bagi siswa SD Islam at-Tarbiyah, Surabaya. Siswa yang belajar metode ini lebih cepat mampu membaca al-Qur’an. Muhadjir lantas membukukan metodenya pada 1978, dengan judul Cara Cepat Mempelajari Bacaan al-Qur’an al-Barqy.
MUHADJIR SULTHON MANAJEMEN (MSM) merupakan lembaga yang didirikanuntuk membantu program pemerintah dalam hal pemberantasan buta Baca Tulis Al Qur’an dan Membaca Huruf Latin. Berpusat di Surabaya, dan telah mempunyai cabang di beberapa kotabesar di Indonesia, Singapura & Malaysia.Metode ini disebut ANTI LUPA karena mempunyai struktur yang apabila pada saatsiswa lupa dengan huruf-huruf / suku kata yang telah dipelajari, maka ia akan dengan mudahdapat mengingat kembali tanpa bantuan guru. Penyebutan Anti Lupa itu sendiri adalah dari hasilpenelitian yang dilakukan oleh Departemen Agama RI.Metode ini diperuntukkan bagi siapa saja mulai anak-anak hingga orang dewasa. Metode ini mempunyai keunggulan anak tidak akan lupa sehingga secara langsung dapat MEMPERMUDAH dan MEMPERCEPAT anak / siswa belajar membaca. Waktu untuk belajar membaca Al Qur’an menjadi semakin singkat.

Keuntungan yang di dapat dengan menggunakan metode ini adalah :
a. Bagi guru ( guru mempunyai keahlian tambahan sehingga dapat mengajar dengan lebih baik, bisa menambah penghasilan di waktu luang dengan keahlian yang dipelajari),
b. Bagi Murid ( Murid merasa cepat belajar sehingga tidak merasa bosan dan menambah kepercayaan dirinya karena sudah bisa belajar dan mengusainya dalam waktu singkat, hanya satu level sehingga biayanya lebih murah),
c. Bagi Sekolah (sekolah menjadi lebih terkenal karena murid-muridnya mempunyai kemampuan untuk menguasai pelajaran lebih cepat dibandingkan dengan sekolah lain).

5. Metode Tilawati.
Metode Tilawati disusun pada tahun 2002 oleh Tim terdiri dari Drs.H. Hasan Sadzili, Drs H. Ali Muaffa dkk. Kemudian dikembangkan oleh Pesantren Virtual Nurul Falah Surabaya.

Metode Tilawati dikembangkan untuk menjawab permasalahan yang berkembang di TK-TPA, antara lain :
Mutu Pendidikan Kualitas santri lulusan TK/TP Al Qur’an belum sesuai dengan target.
Metode Pembelajaran Metode pembelajaran masih belum menciptakan suasana belajar yang kondusif. Sehingga proses belajar tidak efektif.
Pendanaan Tidak adanya keseimbangan keuangan antara pemasukan dan pengeluaran. Waktu pendidikan Waktu pendidikan masih terlalu lama sehingga banyak santri drop out sebelum khatam Al-Qur’an.
Kelas TQA Pasca TPA TQA belum bisa terlaksana.

Metode Tilawati memberikan jaminan kualitas bagi santri-santrinya, antara lain :
a. Santri mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil.
b. Santri mampu membenarkan bacaan Al-Qur’an yang salah.
c. Ketuntasan belajar santri secara individu 70 % dan secara kelompok 80%.

Prinsip-prinsip pembelajaran Tilawati :
a. Disampaikan dengan praktis.
b. Menggunakan lagu Rost.
c. Menggunakan pendekatan klasikal dan individu secara seimbang.

6. Metode Iqro’ Dewasa

7. Metode Iqro’ Terpadu
Kedua metode ini disusun oleh Drs. Tasrifin Karim dari Kalimantan Selatan. Iqro’ terpadu merupakan penyempurnaan dari Iqro’ Dewasa. Kelebihan Iqro’ Terpadu dibandingkan dengan Iqro’ Dewasa antara lain bahwa Iqro’ Dewasa dengan pola 20 kali pertemuan sedangkan Iqro’ Terpadu hanya 10 kali pertemuan dan dilengkapi dengan latihan membaca dan menulis.
Kedua metode ini diperuntukkan bagi orang dewasa. Prinsip-prinsip pengajarannya seperti yang dikembangkan pada TK-TP Al-Qur’an.

8. Metode Iqro’ Klasikal
Metode ini dikembangkan oleh Tim Tadarrus AMM Yogyakarta sebagai pemampatan dari buku Iqro’ 6 jilid. Iqro’ Klasikal diperuntukkan bagi siswa SD/MI, yang diajarkan secara klasikal dan mengacu pada kurikulum sekolah formal.

9. Dirosa ( Dirasah Orang Dewasa )
Dirosa merupakan sistem pembinaan islam berkelanjutan yang diawali dengan belajar baca Al-Qur’an. Panduan Baca Al Qur’an pada Dirosa disusun tahun 2006 yang dikembangkan Wahdah Islamiyah Gowa. Panduan ini khusus orang dewasa dengan sistem klasikal 20 kali pertemuan. Buku panduan ini lahir dari sebuah proses yang panjang, dari sebuah perjalanan pengajaran Al Qur’an di kalangan ibu-ibu yang dialami sendiri oleh Pencetus dan Penulis buku ini. Telah terjadi proses pencarian format yang terbaik pada pengajaran Al Qur’an di kalangan ibu-ibu selama kurang lebih 15 tahun dengan berganti-ganti metode. Dan akhirnya ditemukanlah satu format yang sementara dianggap paling ideal, paling baik dan efektif yaitu memadukan pembelajaran baca Al-Qur’an dengan pengenalan dasar-dasar keislaman. Buku panduan belajar baca Al-Qur’annya disusun tahun 2006. Sedangkan buku-buku penunjangnya juga yang dipakai pada santri TK-TP Al-Qur’an. Panduan Dirosa sudah mulai berkembang di daerah-daerah, baik Sulawesi, Kalimantan maupun beberapa daerah kepulauan Maluku; yang dibawa oleh para da’i . Secara garis besar metode pengajarannya adalah Baca-Tunjuk-Simak-Ulang, yaitu pembina membacakan, peserta menunjuk tulisan, mendengarkan dengan seksama kemudian mengulangi bacaan tadi.
Tehnik ini dilakukan bukan hanya bagi bacaan pembina, tetapi juga
bacaan dari sesama peserta. Semakin banyak mendengar dan mengulang, semakin besar kemungkinan untuk bisa baca Al-Qur’an lebih cepat.

10. PQOD ( Pendidikan Qur’an Orang Dewasa )Dikembangkan oleh Bagian dakwah LM DPP WI, yang hingga saat ini belum diekspos keluar. Diajarkan di kalangan anggota Majlis Taklim dan satu paket dengan kursus Tartil Al- Qur’an .

Sumber : studyofislamiccenter.blogspot.com

“DUNIA ANAK”

Anak-anak adalah sebuah fase yang penuh keluguan, alami tanpa dibuat-buat. Sebuah fase yang menyenangkan bagi mereka yang bisa menikmatinya. Menangis, tertawa, marah, usil-jail, melindungi, menyayangi, “nakal”, sedih, bahagia dan seterusnya adalah gambaran keseharian mereka. SEBUAH PENGALAMAN dan PELAJARAN yang tak kan terlupa jika bersama mereka. Masing-masing mereka punya keunikan dan gaya yang berbeda.BAGAIMANA CARA BERGAUL dengan mereka ya? Anak bukanlah orang dewasa yang cepat mengerti, memahami jika di nasehati atau dikasih tahu, tapi terkadang sadar atau tidak sadar kita sering menganggapnya sebagai orang dewasa yang nalar dan pikirannya sama dengan kita. Mereka belum mengerti, belum tahu/’dong’, belum paham apa yang dilakukannya, perbuatannya, omongannya, tingkah lakunya apakah sesuai dengan “kemauan” orang dewasa atau bahkan dapat menyakiti hati orang dewasa. Kita yang harus belajar dan belajar dari mereka.

Terkadang kita bisa memahami, mengerti, tahu hidup ini dari mereka. bahwa hidup ini penuh warna, entah karakter atau sifat, kebiasaan, gaya/style, tergantung bagaimana lingkungannya (keluarga, tetangga, teman, masyarakat) mewarnainya. Kata Nabi Muhammad SAW, bahwa anak terlahir dalam keadaan fitrah atau suci, seperti kertas putih bersih, mau kita warnai merah, kuning, hijau dan seterusnya terserah. Tentunya kita pingin agar kertas putih itu diwarnai sesuai dengan aturan warna yang baik, agar hasilnya baik dan menyenangkan hati bagi mereka yang melihatnya.

SNMPTN 2009/2010

I. PERSYARATAN
A. Seleksi :
Lulus Ujian Nasional SMA/MA/SMK/MAK atau yang setara tahun 2007, 2008 dan 2009.
Bagi calon peserta lulusan paket C harus menyerahkan fotokopi rapor tiga tahun terakhir.
Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses belajar mengajar di Perguruan Tinggi.
Tidak buta warna bagi program studi tertentu.
B. Penerimaan :
Lulus Ujian Nasional, lulus SNMPTN 2009, dan sehat.

II. TEMPAT PENDAFTARAN DI SETIAP PANITIA LOKAL DI MASING-MASING WILAYAH
A. WILAYAH I:
1. Panitia Lokal – Banda Aceh meliputi :
# Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH)
# Universitas Malikussaleh (UNIMAL)
2. Panitia Lokal – UNIMED Medan
# Universitas Negeri Medan (UNIMED)
3. Panitia Lokal – USU Medan
# Universitas Sumatera Utara (USU)
4. Panitia Lokal – Padang meliputi
# Universitas Negeri Padang (UNP)
# Universitas Andalas (UNAND)
5. Panitia Lokal – Pekanbaru meliputi :
# Universitas Riau (UNRI)
# Universitas Islam Negeri Riau (UIN Riau)
6. Panitia Lokal – Jambi
# Universitas Jambi (UNJA)
7. Panitia Lokal – Palembang
# Universitas Sriwijaya (UNSRI)
8. Panitia Lokal – Bengkulu
# Universitas Bengkulu (UNIB)
9. Panitia Lokal – Tanjungkarang
# Universitas Lampung (UNILA)
10. Panitia Lokal – Jakarta meliputi :
# Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
# Universitas Indonesia (UI)
# Universitas Islam Negeri Jakarta (UIN Jakarta)
11. Panitia Lokal – Bogor
# Institut Pertanian Bogor (IPB)
12. Panitia Lokal – Bandung meliputi :
# Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
# Institut Teknologi Bandung (ITB)
# Universitas Padjadjaran (UNPAD)
# Universitas Islam Negeri Bandung (UIN Bandung)
13. Panitia Lokal – Banten
# Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA)
14. Panitia Lokal – Pontianak
# Universitas Tanjungpura (UNTAN)
15. Panitia Lokal Khusus Luar Negeri
# KBRI Kuala Lumpur

B. WILAYAH II:
1. Panitia Lokal – Purwokerto
# Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)
2. Panitia Lokal – Semarang meliputi :
# Universitas Negeri Semarang (UNNES)
# Universitas Diponegoro (UNDIP)
3. Panitia Lokal – Surakarta
# Universitas Sebelas Maret (UNS)
4. Panitia Lokal – Yogyakarta meliputi :
# Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
# Universitas Gadjah Mada (UGM)
# Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Yogyakarta)

C. WILAYAH III:
1. Panitia Lokal – Surabaya meliputi :
# Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
# Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
# Universitas Airlangga (UNAIR)
# Universitas Trunojoyo (UNIJOYO)
# Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel
2. Panitia Lokal – Malang meliputi :
# Universitas Negeri Malang (UM)
# Universitas Brawijaya (UB)
# Universitas Islam Negeri Malang (UIN Malang)
3. Panitia Lokal – Jember
# Universitas Jember (UNEJ)
4. Panitia Lokal – Denpasar
# Universitas Udayana (UNUD)
5. Panitia Lokal – Singaraja
# Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA)
6. Panitia Lokal – Mataram
# Universitas Mataram (UNRAM)
7. Panitia Lokal – Kupang
# Universitas Nusa Cendana (UNDANA)
8. Panitia Lokal – Palangka Raya
# Universitas Palangka Raya (UNPAR)
9. Panitia Lokal – Banjarmasin
# Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM)
10. Panitia Lokal – Samarinda
# Universitas Mulawarman (UNMUL)

D. WILAYAH IV:
1. Panitia Lokal – UNM Makassar meliputi :
# Universitas Negeri Makassar (UNM)
# Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIN Makassar)
2. Panitia Lokal – UNHAS Makassar
# Universitas Hasanuddin (UNHAS)
3. Panitia Lokal – Palu
# Universitas Tadulako (UNTAD)
4. Panitia Lokal – Kendari
# Universitas Haluoleo (UNHALU)
5. Panitia Lokal – Gorontalo
# Universitas Negeri Gorontalo (UNG)
6. Panitia Lokal – Tondano
# Universitas Negeri Manado (UNIMA)
7. Panitia Lokal – Manado
# Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT)
8. Panitia Lokal – Ambon
# Universitas Pattimura (UNPATTI)
9. Panitia Lokal – Jayapura
# Universitas Cenderawasih (UNCEN)
10. Panitia Lokal – Ternate
# Universitas Khairun (UNKHAIR)
11. Panitia Lokal – Manokwari
# Universitas Negeri Papua (UNIPA)

III. LINTAS WILAYAH
Peserta ujian dapat memilih Program Studi di setiap PTN di luar wilayah tempat peserta melakukan pendaftaran (lintas wilayah). Tempat ujian tidak merupakan kriteria penerimaan, sehingga peserta ujian tidak perlu mengikuti ujian di tempat Program Studi atau Universitas yang menjadi pilihannya. Peserta dapat memilih tempat ujian yang terdekat.

IV. JENIS TES
1. Tes Potensi Akademik (TPA).
2. Tes Bidang Studi Prediktif (TBSP) :
3. Tes Bidang Studi Dasar terdiri atas mata ujian Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
4. Tes Bidang Studi IPA terdiri atas mata ujian Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.
5. Tes Bidang Studi IPS terdiri atas mata ujian Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.
6. Uji Keterampilan untuk beberapa program studi.

V. PENYELENGGARAAN UJI KETERAMPILAN
Peserta ujian yang memilih program studi Keolahragaan dan/atau Kesenian diwajibkan mengikuti Uji Keterampilan. Peserta Uji Keterampilan dapat mengikuti ujian di Perguruan Tinggi Negeri penyelenggara Uji Keterampilan terdekat yang memiliki Program Studi yang sama dengan Program Studi di Perguruan Tinggi Negeri yang menjadi pilihannya.

VI. JADWAL UJIAN
1. Ujian Tulis
# Rabu, 1 Juli 2009:
Tes Potensi Akademik
Tes Bidang Studi Dasar
# Kamis, 2 Juli 2009:
Tes Bidang Studi IPA
Tes Bidang Studi IPS

2. Uji Keterampilan
Pendaftaran Uji Keterampilan dilaksanakan pada tanggal 4 Juli 2009 dan pelaksanaan Uji Keterampilan pada tanggal 8 Juli 2009.

VII. PEMBOBOTAN HASIL UJIAN
Program Studi yang tidak mengadakan uji keterampilan, proporsi bobotnya adalah sebagai berikut :
# Tes Potensi Akademik (TPA) : 30%
# Tes Bidang Studi Prediktif (TBSP) : 70%
Program Studi yang mengadakan uji keterampilan, proporsi bobotnya adalah sebagai berikut:
# TPA & TBSP : 60%
# Uji Keterampilan : 40%

VIII. PENILAIAN HASIL UJIAN
Penilaian hasil ujian menggunakan ketentuan sebagai berikut :
# Jawaban BENAR : + 4
# Jawaban SALAH : – 1
# Tidak Menjawab : 0
Setiap mata ujian akan dinilai berdasarkan peringkat dengan skala nol sampai seratus sebelum nilai tersebut dijumlahkan. Oleh karena itu, setiap mata ujian harus dikerjakan sebaik mungkin dan tidak ada yang diabaikan.

IX. KELOMPOK UJIAN
Peserta SNMPTN terbagi menjadi 3 kelompok :
1. Kelompok Ujian IPA.
2. Kelompok Ujian IPS.
3. Kelompok Ujian IPC (campuran IPA dan IPS).
Setiap peserta dapat mengikuti kelompok Ujian IPA, IPS atau IPC tidak harus sesuai dengan jurusan SMA/MA/SMK/MAK yang bersangkutan.

X. KELOMPOK PROGRAM STUDI DAN JUMLAH PILIHAN
Program Studi yang ada di Perguruan Tinggi Negeri dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Program Studi kelompok IPA dan IPS.
Setiap peserta ujian kelompok IPA/IPS dapat memilih maksimal dua program studi sesuai dengan kelompok ujian yang diikuti.
Setiap peserta ujian kelompok IPC dapat memilih maksimal tiga program studi dengan catatan minimal satu program studi kelompok IPA dan satu program studi kelompok IPS.
Urutan pilihan Program Studi merupakan prioritas pilihan.
Peserta ujian yang memilih satu program studi boleh memilih program studi dari PTN di wilayah mana saja (lintas wilayah).
Peserta ujian yang memilih dua program studi atau lebih, salah satu program studi tersebut harus merupakan program studi dari PTN yang berada satu wilayah dengan tempat peserta mengikuti ujian. Pilihan yang lain dapat merupakan program studi dari PTN di luar wilayahnya (lintas wilayah).
Daftar program studi, daya tampung dan jumlah peminat tahun 2008 akan dicantumkan dalam Buku Panduan Peserta.

XI. BIAYA UJIAN
# Rp150.000,00 ( Seratus lima puluh ribu rupiah) per peserta untuk kelompok IPA atau Kelompok IPS.
# Rp175.000,00 (Seratus tujuh puluh lima ribu rupiah) per peserta untuk kelompok IPC ( IPA + IPS).
Biaya tersebut disetor ke Bank Mandiri. Biaya yang sudah disetor tersebut tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun.

XII. CARA MEMPEROLEH FORMULIR PENDAFTARAN
Membayar biaya ujian di Bank Mandiri melalui :
# Kantor cabang Bank Mandiri di seluruh Indonesia.
# ATM Mandiri.
# Mandiri Internet.
# Loket Bank Mandiri yang berada di tempat pendaftaran.
Saat melakukan pembayaran, calon peserta memasukkan informasi :
# Lokasi ujian.
# Nomor ID calon peserta (KTP/SIM/Tgl Lahir Lengkap).
# Kelompok Ujian (IPA/IPS/IPC).
Pembayaran dapat dilakukan secara kolektif di seluruh cabang Bank Mandiri dengan melengkapi daftar calon peserta seperti butir (2).
Pembayaran dapat dilakukan mulai tanggal 1 Juni 2009 (dapat diwakilkan).
Penukaran bukti pembayaran (slip setoran/struk ATM/print out Internet Banking asli dari bank) dengan Formulir Pendaftaran SNMPTN 2009 di Panitia Lokal setempat dapat dilakukan tanggal 15 – 26 Juni 2009 (dapat diwakilkan).
Alur Pendaftaran dapat dilihat pada halaman 22.

XIII. CARA PENGEMBALIAN FORMULIR PENDAFTARAN
1. Pengembalian Formulir Pendaftaran dilaksanakan di Panitia Lokal pada tanggal 15 – 27 Juni 2009.
2. Pengembalian Formulir Pendaftaran harus dilakukan sendiri (tidak boleh diwakilkan).
3. Pada saat mengembalikan Formulir Pendaftaran, peserta harus membawa :
# Formulir Pendaftaran SNMPTN yang sudah diisi lengkap dan benar serta tiga lembar pasfoto berwarna terbaru ukuran_4_x_6_cm, yang sudah ditempelkan pada bukti hadir dan tanda peserta SNMPTN (kecuali tanda tangan dan cap jempol).
# Fotokopi Ijazah dan STL serta menunjukkan aslinya.
# Fotokopi Identitas Diri (KTP/Paspor/Kartu Pelajar) dan menunjukkan aslinya.

XIV. BEASISWA MENGIKUTI UJIAN (BMU)
Panitia Pelaksana SNMPTN menyediakan Beasiswa Mengikuti Ujian (BMU) dalam jumlah yang terbatas untuk lulusan SMA/MA/SMK/MAK Negeri maupun Swasta dari keluarga yang secara finansial kurang mampu yang memenuhi persyaratan. Beasiswa tersebut berupa :
1. Biaya untuk pembelian Formulir Pendaftaran IPA/IPS dan;
2. Uang saku sebesar Rp250.000,00 untuk mengikuti ujian SNMPTN.
Persyaratan dan tata cara untuk memperoleh BMU dapat diperoleh di situs web http://www.snmptn.ac.id.

XV. PENGUMUMAN HASIL UJIAN
Hasil ujian diumumkan melalui situs web http://www.snmptn.ac.id yang dapat diakses mulai pukul 00.00 tanggal 1 Agustus 2009.

XVI. DAFTAR PROGRAM STUDI
Daftar Program Studi yang ditawarkan oleh PTN disajikan pada halaman berikut

XVII. SITUS RESMI DAN ALAMAT PANITIA PELAKSANA SNMPTN
Situs resmi SNMPTN 2009 adalah http://www.snmptn.ac.id. Segala informasi mengenai SNMPTN dapat diakses melalui situs web tersebut.
Alamat Panitia Pelaksana SNMPTN 2009 Gedung D Lantai 2, Depdiknas Jl. Jend. Soedirman, Pintu I Senayan Jakarta

XVIII. LAIN – LAIN
Panitia Pelaksana SNMPTN berhak mengubah informasi ini tanpa pemberitahuan terlebih dulu.

Sipenmaru Poltekkes Yogyakarta 2009/2010

Menerima Mahasiswa Baru TA 2009/2010 untuk Program Pendidikan Ahli Madya (D-III).

Syarat Pendaftaran :
1. Lulusan SMA/SMU/MAN IPA, SMK Kimia, SMTI untuk Jurusan Kesehatan Lingkungan
2. Tinggi Badan Minimal (Untuk Jurusan Kebidanan dan Keperawatan)
* Laki-laki = 155 cm; dan * Perempuan 150 cm
3. Sehat Jasmani dan Rohani, Tidak Buta Warna (Parsial dan Total)

Kelengkapan Berkas :
Kelengkapan dibawa saat Pendaftaran :
1. Foto Copy Ijazah / Surat Tanda Lulus yang telah dilegalisir
2. Pas Photo Hitam Putih 4 x 6 sebanyak 5 lembar
3. Membayar Pendaftaran :
* 1 Pilihan Rp. 75.000,-
* 2 Pilihan Rp. 100.000,-

Mekanisme Pendaftaran :
1. Membayar Biaya Pendaftaran, dibayarkan melalui Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Yogyakarta, Jl. Jend. Sudirman No. 71 Yogyakarta, No.Rek. 00005.01.50.043825.4 an. Poltekkes Depkes Yogyakarta.
2. Pengambilan Formulir Pendaftaran di Kampus Poltekkes Depkes Yogyakarta dengan menyertakan slip pembayaran dari BTN.
3. Pengisian Formulir Pendaftaran
4. Penyerahan Formulir Pendaftaran yang sudah diisi peserta.
5. Mengambil Nomor Ujian untuk uji tulis.

Waktu Pendaftaran : 1 Juni s/d 30 Juni 2009
Tempat Pendaftaran : Kampus Politeknik Kesehatan Depkes Yogyakarta Jl.Tata Bumi No.3 Banyuraden Gamping Sleman Yogyakarta
Waktu Uji Tulis : Awal Juli 2009 (Menunggu Ketentuan Dari DEPKES RI)
Materi Uji Tulis : Matematika, Bhs. Inggris, IPA Terpadu, dan Bahasa Indonesia.
Uji Kesehatan : Bagi yang lulus uji tulis (waktu ditentukan kemudian)

Sumber : http://www.poltekkesjogja.ac.id